Pemerintah Menargetkan Penerima Bansos Hanya Lansia dan Difabel
Daftar isi:
Program bantuan sosial di Indonesia mengalami transformasi signifikan di bawah kepemimpinan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat. Muhaimin Iskandar menekankan bahwa saat ini fokus penerima bantuan akan terbatas hanya kepada dua kelompok utama, yakni lansia dan penyandang difabel.
Pernyataan ini diungkapkan dalam forum yang bertujuan untuk merayakan satu tahun keberadaan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap penyaluran bantuan akan lebih terarah dan efektif untuk kelompok yang paling membutuhkan.
Dengan cara ini, diharapkan masyarakat, terutama yang berada di garis depan kemiskinan ekstrem, dapat mendapatkan dukungan untuk tumbuh mandiri dan berkelanjutan. Tujuan jangka panjang ini diharapkan dapat mengubah paradigma bantuan sosial yang selama ini bersifat jangka pendek.
Pemberdayaan Melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional
Salah satu pencapaian paling signifikan dalam satu tahun keberadaan Kemenko adalah penyelesaian Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini merupakan hasil kolaborasi berbagai lembaga di bawah arahan Presiden, dan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengeluaran anggaran untuk bantuan sosial.
Dengan menggunakan DTSEN, penyaluran bantuan diharapkan dapat menjadi lebih tepat sasaran dan terintegrasi. Ini akan memastikan bahwa bantuan diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, mengurangi risiko penyaluran yang tidak efektif.
Akses terhadap data ini juga memungkinkan pemerintah untuk lebih mudah memantau perkembangan ekonomi masyarakat. Dengan data yang akurat, berbagai program pemulihan dapat disiapkan dengan lebih baik dan relevan bagi masyarakat.
Perlindungan Sosial yang Tepat Sasaran untuk Masyarakat
Dalam setahun terakhir, sekitar 8,4 juta keluarga miskin dan rentan telah mendapatkan perlindungan sosial melalui berbagai program yang dicanangkan. Ini merupakan langkah maju signifikan dalam upaya pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.
Selain itu, 1,3 juta keluarga miskin juga telah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa. Program ini diharapkan dapat memberikan dorongan ekonomi bagi keluarga yang paling membutuhkan.
Lebih dari itu, pemerintah juga mencatat bahwa sekitar 96 juta masyarakat telah mendapatkan layanan kesehatan gratis melalui BPJS Kesehatan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan akses kesehatan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.
Penyaluran Pembiayaan untuk Ekonomi Rakyat
Dalam sektor ekonomi, sekitar 3,7 juta pedagang kecil dan pengusaha mikro telah menerima dukungan pembiayaan. Ini memberikan peluang bagi mereka untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kualitas hidup.
Lebih dari 12 juta pelaku ekonomi kreatif, koperasi, dan UMKM juga mendapatkan program peningkatan kapasitas. Program ini membantu mereka untuk “naik kelas” dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Muhaimin menegaskan pentingnya keberlanjutan dari program-program ini. Dengan adanya pemberdayaan ekonomi yang tepat, diharapkan masyarakat dapat berdaya saing dan mandiri.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








