Pernah Jadi Korban Pelakor, Mengapa Bisa Menjadi Pelaku Menurut Psikolog Tika Bisono?
Daftar isi:
Mengapa sejumlah orang cenderung membalas luka dengan tindakan yang sama? Penjelasan mengenai fenomena ini sangat menarik karena berkaitan dengan reaksi biologis tubuh yang dialami individu saat merasa terluka. Dorongan untuk melakukan balas dendam sering kali muncul akibat tingginya produksi hormon kortisol dalam tubuh seseorang.
Hormon kortisol dikenal luas sebagai hormon stres yang berfungsi dalam respon tubuh terhadap tekanan. Namun, ketika produksi kortisol terlalu tinggi, hal ini bisa menimbulkan efek negatif yang serius bagi kesehatan, seperti risiko kanker dan diabetes.
Berbeda dengan individu yang memilih untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih sehat, seperti mengatasi luka secara konstruktif. Dalam keadaan ini, tubuh akan memicu pelepasan hormon dopamin dan serotonin, yang berfungsi untuk membantu meredakan stres dan memfokuskan pikiran pada solusi yang positif.
Mengapa Balas Dendam Terkadang Menjadi Pilihan Pertama?
Di balik perilaku seseorang yang memilih untuk menyakiti orang lain sebagai bentuk balas dendam, seringkali ada keinginan mendalam untuk menguasai kembali situasi yang membuat mereka merasa menjadi korban. Tika menjelaskan bahwa hal ini dapat muncul dari pengalaman pahit yang dialami sebelumnya.
Dengan mengikuti jejak orang yang menyakiti mereka, individu tersebut merasakan semacam kekuatan baru. Hal ini memberi mereka rasa kontrol yang hilang, membuat mereka merasa lebih kuat dan tidak lagi menjadi korban.
Namun, perasaan ini ternyata hanyalah sebuah jebakan psikologis. Meskipun seseorang merasa ‘menang’ atas luka yang diderita, sebenarnya mereka hanya memperpanjang siklus penderitaan dan balas dendam yang tidak ada habisnya.
Pentingnya Menyembuhkan Diri dan Mengatur Batasan
Menurut Tika, salah satu kunci utama untuk menghentikan pola destruktif ini adalah dengan memiliki keberanian untuk menetapkan batasan. Menyembuhkan diri sendiri menjadi langkah penting untuk menyudahi perasaan dendam yang menggerogoti pikiran dan emosi.
Ketika seseorang berani mengisolasi diri dari pengaruh negatif dan mengambil waktu untuk merenung, mereka akan lebih mampu menemukan cara-cara yang sehat untuk mengatasi rasa sakit. Sembuh dari luka bukan hanya tentang melupakan, tetapi juga tentang memahami dan belajar dari pengalaman.
Hidup tanpa dendam memerlukan perubahan cara pandang. Seseorang harus bisa menerapkan prinsip-prinsip yang mendukung kesehatan mentalnya, sehingga tidak terjebak dalam reaksi emosional yang merugikan.
Mengapa Memilih Penyelesaian yang Sehat Lebih Efektif?
Penyelesaian yang sehat dapat menjadikan individu lebih kuat dan berdaya dalam jangka panjang. Ketika orang memilih untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang positif, mereka akan lebih mampu menghadapi tantangan hidup dengan kepala dingin.
Proses penyembuhan ini sangat bermanfaat untuk pola pikir dan kesejahteraan secara keseluruhan. Sebagai contoh, individu yang mengambil langkah untuk memaafkan diri dan orang lain dapat merasakan kedamaian dalam hidupnya.
Sebaliknya, terus-menerus terjebak dalam balas dendam hanya akan membawa dampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, penting untuk membuat pilihan yang lebih bijak dalam merespons luka yang dirasakan.
Strategi untuk Mengatasi Dendam yang Menghantui
Ada beberapa strategi yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi rasa dendam. Pertama-tama, penting untuk menjalin komunikasi yang baik dengan diri sendiri tentang apa yang dirasakan. Memahami perasaan tanpa memberi label negatif pada diri sendiri adalah langkah awal yang baik.
Kedua, hindari mengurung diri dalam kesedihan yang berkepanjangan. Olahraga dan aktivitas fisik lainnya dapat membantu melepaskan endorfin, hormon yang bertindak sebagai penghangat perasaan. Ini bisa menjadi cara efektif untuk mengalihkan fokus dari dendam yang menghantui.
Terakhir, mencari dukungan dari orang-orang terdekat juga menjadi kunci dalam proses penyembuhan. Berbicara dengan teman atau keluarga dapat memberi perspektif yang berbeda dan membantu menemukan jalan keluar dari kegelapan emosi tersebut.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








