Bayaran Lionel Messi saat Tur di India yang Diwarnai Kerusuhan Terungkap
Daftar isi:
Penyelenggaraan tur pesepak bola terkenal Lionel Messi ke India menarik perhatian banyak orang, namun tidak semuanya berjalan lancar. Kunjungan yang diwarnai kericuhan ini membuat banyak penggemar merasa kecewa meski mereka telah membayar tiket dengan harga tinggi.
Messi, bersama rekan setimnya, mengunjungi beberapa kota besar di India, termasuk Kolkata dan Mumbai. Namun, harapan penggemar untuk melihat pertandingan megabintang ini tidak terwujud, yang kemudian memicu protes.
Penyebab Kericuhan dalam Penyelenggaraan Tur Messi ke India
Selama tur, Messi dijadwalkan untuk tampil di Stadion Salt Lake, Kolkata. Namun, situasi di stadion jauh dari yang diharapkan oleh para penonton yang telah membeli tiket mahal untuk menyaksikan acara tersebut.
Harapan penonton untuk melihat Messi bermain secara langsung tidak tercapai, karena ia hanya tampil selama sekitar 10 menit. Keputusan ini menjadi sumber kemarahan para pengunjung yang merasa ditipu oleh penyelenggara acara.
Di tengah kerumunan, Messi dikelilingi oleh para penggemar yang berusaha mendekat. Interaksi yang seharusnya menjadi momen spesial justru berujung pada kekecewaan bagi banyak orang yang berharap lebih dari sekadar salam singkat.
Akibatnya, pengunjung yang tidak puas mulai melakukan kerusuhan dengan merusak fasilitas stadion. Mereka mencopot bangku dan melemparkannya ke lapangan sebagai ekspresi kemarahan mereka terhadap situasi yang tidak berjalan sesuai harapan.
Sikap penyelenggara yang tidak mampu mengatur ribuan penggemar ini menambah panjang daftar keluhan yang dilontarkan oleh pihak penonton. Semua ini menunjukkan kurangnya persiapan dan komunikasi yang jelas dari penyelenggara acara.
Jumlah Bayaran untuk Lionel Messi Selama Tur di India
Penyelenggara tur, Satadru Dutta, mengungkapkan rincian biaya yang dikeluarkan untuk membawa Messi ke India. Total bayaran yang diberikan untuk sang bintang sepak bola tersebut mencapai angka fantastis sebesar 890 juta rupee.
Jika dikonversi ke dalam mata uang Indonesia, jumlah tersebut sekitar Rp166,6 miliar, sebuah angka yang sangat signifikan untuk sebuah acara olahraga. Namun, uang yang besar ini tidak diimbangi oleh pengalaman positif bagi penggemar.
Selain biaya honor Messi, penyelenggara juga harus membayar pajak kepada pemerintah India sebesar 110 juta rupee. Dengan total biaya yang dihabiskan hampir mencapai 1 miliar rupee, para sponsor juga berperan besar dalam mendanai acara ini.
Sekitar 30 persen dari total biaya diperoleh dari sponsor, sementara sisanya diperoleh dari penjualan tiket. Ini menunjukkan bahwa meskipun investasi besar telah dilakukan, ketidakpuasan penonton berpotensi merusak reputasi sang megabintang.
Total biaya yang dikeluarkan mencerminkan betapa mahalnya industri olahraga dan betapa tingginya harapan publik terhadap pengalaman yang didapat dari acara tersebut.
Respons dari Penyelenggara Terhadap Kericuhan yang Terjadi
Menyusul insiden yang terjadi, penyelenggara acara memberikan penjelasan dan meminta maaf kepada para penggemar. Mereka mengakui ketidakpuasan yang dirasakan oleh penonton dan berjanji untuk memperbaiki komunikasi di masa mendatang.
Satadru Dutta berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan tur tersebut. Di samping itu, mereka juga berencana untuk meninjau kembali strategi penjualan tiket agar pengalaman bagi penonton dapat lebih baik di masa depan.
Janji untuk melakukan perbaikan ini menjadi harapan baru bagi para penggemar sepak bola di India. Penyelenggara menyadari bahwa reputasi Messi sebagai atlet kelas dunia juga dipertaruhkan dalam insiden ini.
Selain itu, pihak penyelenggara juga mendapatkan kritik tajam dari media yang mencatat kurangnya pengaturan crowd control selama acara berlangsung. Hal ini mengisyaratkan pentingnya persiapan yang matang sebelum mengundang bintang besar untuk tampil.
Situasi yang terjadi juga memunculkan pembicaraan lebih luas mengenai bagaimana acara serupa dapat ditangani agar pengalaman yang diharapkan dapat terwujud dengan lebih baik di lain waktu. Pihak penyelenggara diharapkan belajar dari kejadian ini untuk acara mendatang.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now










