BPJS Kesehatan Raih 27 Penghargaan 2025 untuk Perkuat Strategi JKN 2026
Daftar isi:
Penguatan Program JKN Melalui Kemitraan Kesehatan yang Solid
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengalami penguatan melalui berbagai upaya sinergis, khususnya kemitraan dengan fasilitas kesehatan. Hingga November 2025, BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 33 ribu fasilitas kesehatan untuk mendukung penyelenggaraan program ini secara efektif.
Jumlah tersebut mencakup lebih dari 23 ribu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.177 rumah sakit, dan sekitar 6.689 fasilitas penunjang seperti apotek dan laboratorium. Komitmen dari fasilitas kesehatan ini sangat krusial untuk memastikan kualitas layanan dan efisiensi biaya dalam menjalankan program JKN.
Setiap fasilitas kesehatan memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam implementasi JKN. Menurut Ghufron, upaya menjaga kualitas layanan dan melakukan efisiensi biaya akan menjadi penentu keberlanjutan program ini di masa depan.
Upaya BPJS Kesehatan dalam Membangun Jaringan Kerja Sama Internasional
Bukan hanya dalam negeri, BPJS Kesehatan juga memperluas jaringan kerja sama internasional untuk meningkatkan efektivitas program. Di sepanjang tahun 2025, delapan kerja sama internasional telah dibentuk, salah satunya dengan University of Thessaly di Yunani.
Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan riset serta pemanfaatan teknologi analitik dan machine learning. Inisiatif ini bertujuan untuk mencegah kecurangan dalam penggunaan dana jaminan kesehatan.
BPJS Kesehatan juga dipercaya untuk memimpin Regional Social Security Forum (RSSF) Asia Pasifik pada tahun 2027. Forum ini akan berlangsung bersama dengan International Social Security Association (ISSA), menandakan pengakuan terhadap peran Indonesia dalam jaminan sosial global.
Strategi Keberlanjutan Program JKN di Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, BPJS Kesehatan memandang periode ini sebagai fase penting dalam menjaga keberlanjutan Program JKN. Fokus utama akan diarahkan pada kesinambungan Dana Jaminan Sosial untuk memastikan program ini dapat berjalan dengan baik di masa depan.
Strategi juga mencakup upaya retensi dan reaktivasi peserta, yang sangat penting untuk menjaga kepesertaan dalam program. Dengan meningkatkan akses dan mutu layanan, diharapkan lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari JKN.
Penguatan tata kelola serta efektivitas biaya juga menjadi prioritas dalam strategi ini. Melalui dukungan transformasi digital dan pengendalian kecurangan, BPJS Kesehatan berharap dapat mencapai tujuan tersebut secara lebih terukur dan efektif.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







