Suporter Persija dan Persib Terlibat Bentrok di Sawangan
Daftar isi:
Suporter klub sepak bola yang terkenal, Persija dan Persib, kembali terlibat bentrok di wilayah Sawangan, Depok, pada bulan Januari lalu. Insiden yang terjadi pada Minggu sore ini menciptakan ketegangan di kalangan penggemar dan menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan dalam mendukung tim olahraga.
Momen ini terekam dalam video yang beredar luas di media sosial, menunjukkan puluhan anggota suporter Persija, yang dikenal dengan sebutan The Jakmania, mendatangi rumah suporter Persib, yang disebut Bobotoh. Insiden ini menjadi sorotan publik dan menarik perhatian pihak berwajib.
Kepala Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menyatakan bahwa insiden ini benar-benar terjadi dan menjelaskan kronologi yang menyertainya. Keributan ini terjadi saat laga antara Persib melawan Persija berlangsung di Stadion GBLA Bandung, menandai momen yang penuh emosi bagi para pendukung.
“Pada hari Minggu, tanggal 11 Januari 2026, pukul 17.00 WIB, terjadi keributan di area hukum Polsek Bojongsari antara suporter Persija dan pendukung Persib,” ungkap Budi kepada wartawan. Penjelasan ini menggarisbawahi betapa seriusnya situasi yang telah terjadi.
Detik-detik Terjadinya Bentrokan Suporter di Depok
Insiden ini bermulai saat The Jakmania mengadakan acara nonton bareng di sebuah cafe di sekitar lokasi. Sekitar 50 orang berkumpul di Cafe Teras Singgah untuk menyaksikan pertandingan tersebut. Keterikatan para suporter pada tim sangat terasa, namun situasi menjadi tegang setelah mendengar suara petasan yang memecah keheningan.
Setelah petasan tersebut dinyalakan, suporter yang saat itu sedang menonton merespons dengan mendatangi sumber suara. Ketegangan meningkat ketika mereka mengetahui bahwa petasan tersebut dinyalakan oleh pendukung Persib, yang kemudian menyulut emosi lebih lanjut di antara dua kubu suporter.
Meskipun sempat terjadi kericuhan, pihak keamanan, termasuk Binmas dan Ketua RW setempat, berupaya meredakan situasi tersebut. Namun, ketegangan tidak berlangsung lama sebelum situasi kembali memanas dengan kedatangan ratusan orang suporter dari kubu yang berbeda.
Kronologi Keributan dan Tindakan Pihak Berwajib
Setelah sekitar 20 menit, sekitar 100 suporter Persija datang kembali ke rumah pendukung Persib. Dalam situasi yang semakin memanas, perlawanan terjadi dari kubu pendukung Persib, yang mengarahkan kembang api ke arah suporter The Jak. Tindakan ini mengundang balasan dari suporter Persija yang melakukan lemparan batu.
AKP Budi mengungkapkan bahwa bentrokan berlangsung selama sekitar 15 menit. Dalam waktu yang singkat ini, banyak benda lemparan terlibat, dan situasi yang semakin tegang memerlukan intervensi langsung dari pihak keamanan untuk mengendalikan keadaan.
Kepolisian, termasuk Kapolsek Bojongsari, Kompol Fauzan Thohari, beserta jajaran Polsek, segera turun tangan untuk membubarkan kerumunan. Berkat usaha tersebut, situasi yang awalnya cukup mendebarkan berhasil diredakan dan para suporter diperintahkan untuk meninggalkan lokasi.
Dampak dan Tanggapan dari Pihak Terkait
Dampak dari bentrokan tersebut sangat terlihat jelas, baik di media sosial maupun di kalangan masyarakat luas. Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka siap untuk menerima semua laporan yang berkenaan dengan insiden di Sawangan. Hal ini menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam menangani potensi konflik antara suporter yang tidak kunjung reda.
Setelah ketegangan mereda, pihak kepolisian juga menyatakan bahwa situasi kini telah aman dan kondusif. Personel dari Polsek Bojongsari serta Koramil tetap berjaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terulangnya insiden serupa di masa depan.
Keberadaan pihak keamanan di lokasi bukan hanya untuk memastikan keamanan, tetapi juga untuk memberikan rasa aman bagi para suporter yang ingin menikmati pertandingan sepak bola tanpa adanya gangguan. Hal ini sangat penting dalam menjaga citra positif olahraga dan komunitas pendukungnya.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








