Usai Divisum, Jenazah Pendaki Dibawa ke Magelang
Daftar isi:
Seorang pendaki muda yang bernama Syafiq Ridhan Ali Razan asal Magelang, ditemukan meninggal dunia di puncak Gunung Slamet. Jenazahnya dievakuasi oleh tim SAR dan dibawa ke rumah duka yang berlokasi di Kota Magelang pada malam hari, dengan pengawalan dari pihak kepolisian setempat.
Proses evakuasi ini merupakan bagian dari operasi penyelamatan yang panjang dan melelahkan. Sebelum dibawa pulang, jenazah Syafiq menjalani visum oleh tim medis dari RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata untuk memastikan penyebab kematiannya.
Kegiatan Pendakian yang Berujung Tragedi
Syafiq, yang baru berusia 18 tahun, memiliki semangat dan cinta terhadap kegiatan pendakian gunung. Namun, sayangnya, saat pendakian di Gunung Slamet, ia terjebak dalam kondisi cuaca yang buruk.
Pihak keluarga mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam, tetapi mereka juga menunjukkan sikap ikhlas menerima kenyataan. Hal ini juga tercermin dalam proses pemulangan jenazah yang dilakukan dengan penuh penghormatan.
Kehadiran tim SAR dalam evakuasi ini sangat membantu, mengingat tantangan yang dihadapi di medan yang berat dan ekstrem. Keluarga sangat berterima kasih atas dedikasi dan usaha yang dilakukan oleh tim penyelamat dalam mencari putra mereka.
Proses Visum dan Keputusan Keluarga
Menurut pernyataan Wakapolres Purbalingga, Kompol Agus Amjat, keluarga Syafiq sudah ikhlas atas kejadian tersebut. Oleh karena itu, hanya dilakukan visum luar tanpa perlu adanya autopsi lebih lanjut.
Visum luar ini dilakukan oleh tim profesional yang melibatkan dokter dan petugas kepolisian. Mereka bertugas untuk memastikan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan untuk menegaskan penyebab kematiannya.
Dokter RSUD Goeteng, dr Gunawan, menyatakan bahwa pemeriksaan berlangsung sekitar satu jam. Hasil yang didapat menegaskan bahwa kehidupan Syafiq terhenti akibat kondisi cuaca yang ekstrem dan hipotermia yang dialaminya.
Penyebab Kematian dan Hasil Temuan Medis
Hasil dari visum yang dilakukan menunjukkan bahwa Syafiq sudah meninggal dunia kira-kira 15 hari sebelum jenazahnya ditemukan. Ini mengindikasikan betapa sulitnya kondisi yang dihadapinya saat berusaha bertahan di gunung.
Hipotermia, atau kedinginan yang ekstrem, merupakan penyebab utama kematiannya. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi para pendaki lainnya untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca saat melakukan aktivitas pendakian.
Setelah proses pemulasaraan di rumah sakit, jenazah Syafiq dibawa kembali ke rumah duka dengan penuh khidmat. Keluarga dan sahabat berkumpul untuk menghormati dan mengenang almarhum, serta mendoakan agar ia mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








