Tiga Orang Hilang di Tambang Emas Bogor, Pencarian Dihentikan
Daftar isi:
Kantor SAR Jakarta telah menghentikan operasi pencarian terhadap tiga orang yang diduga hilang di lokasi penambangan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penutupan operasi resmi dilakukan pada Selasa malam dan mengecewakan banyak pihak yang berharap adanya temuan positif.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengungkapkan bahwa tim mereka telah membagi diri menjadi dua unit untuk melakukan pencarian yang lebih efektif. Satu tim fokus pada penyisiran lokasi berdasarkan informasi yang diperoleh dari saksi mata, sedangkan tim lainnya bersiaga untuk memberikan bantuan medis.
Desi menjelaskan bahwa salah satu tim, SRU I, melakukan penyisiran di dalam lubang galian yang dalam, mencapai kedalaman 200 meter dengan diameter sekitar 50 hingga 70 cm. Sementara itu, tim medis, SRU II, berada di luar area penambangan untuk memberikan bantuan jika diperlukan.
Proses Pencarian dan Evaluasi Tim SAR di Lokasi Tambang
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Kantor SAR Jakarta dan Basarnas Special Group. Desiana menyatakan bahwa setelah melakukan penyisiran di seluruh area yang ditentukan, tim tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Setelah melakukan evaluasi dan debriefing dengan pihak stakeholder serta keluarga korban, kami cukup kehilangan harapan,” ujar Desiana dalam keterangan terpisah. Keputusan untuk menghentikan pencarian diambil setelah analisis mendalam mengenai keberhasilan misi tersebut.
Pada Selasa sore, tim melakukan debriefing yang melibatkan semua anggota, dari penyelamat hingga anggota keluarga. Di sana, disimpulkan bahwa operasi pencarian ini tidak efektif, sebagaimana tercantum dalam peraturan resmi terkait pencarian dan pertolongan.
Aspek Keamanan dan Potensi Bahaya di Dalam Tambang
Di sisi lain, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada insiden ledakan di area tambang. Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menjelaskan munculnya kepulan asap di salah satu area galian tambang pada Selasa dini hari, yang menyebabkan kekhawatiran akan potensi bahaya.
Sumber asap tersebut masih dalam penyelidikan, dan pihak berwenang menghentikan akses ke area tersebut karena kondisi di dalam tambang terdeteksi tidak aman. Kadar karbon monoksida yang tinggi membuat situasi semakin berisiko bagi siapapun yang berusaha memasuki area tersebut.
“Kami masih menunggu situasi membaik untuk menyelidiki lebih dalam,” ujar Wikha, menambahkan bahwa keselamatan semua pihak menjadi prioritas utama. Karenanya, segala aktivitas di lokasi penambangan dihentikan sementara waktu.
Analisis Kondisi yang Mengancam Keselamatan Pekerja di Tambang
General Manager PT Antam UBPE Pongkor, Nilus Rahmat, menambahkan bahwa kadar karbon monoksida di level 700 sempat mencapai angka berbahaya, yakni 1.200 ppm. Hal ini jauh melampaui batas aman yang ditetapkan, sehingga aktivitas di area tersebut perlu dihentikan segera demi keselamatan.
Menurut Nilus, asap yang muncul diduga berasal dari material kayu penyangga di dalam tambang yang terbakar. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan di lokasi kerja yang berpotensi berbahaya.
Penanganan terhadap situasi ini akan terus dipantau untuk mencegah terjadinya insiden lebih lanjut di masa depan. Semua langkah yang diambil saat ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan pekerja yang terlibat dalam aktivitas di lokasi tambang.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








