Harga Emas Diprediksi Capai Rekor 10.000 Dolar AS pada Tahun 2030
Daftar isi:
Harga emas dunia diperkirakan akan mencapai puncaknya dan bisa menembus rekor tertinggi yang pernah ada hingga tahun 2030. Proyeksi ini menunjukkan potensi lonjakan harga yang dapat mencapai 10.000 dolar AS per troy ons dalam waktu dekat.
Pada perdagangan terbaru, harga emas tercatat menguat 0,4 persen, mencapai 4.957,10 dolar AS per troy ons. Ini menunjukkan adanya tren positif yang terus berlanjut di pasar emas global.
Hans Kwee, seorang praktisi pasar modal dan Co-Founder PasarDana, menyatakan bahwa harga emas memiliki kemungkinan untuk melonjak sebanyak dua kali lipat dalam empat tahun mendatang. Menurutnya, pergeseran besar dalam ekonomi global menjadi pendorong utama di balik prediksi ini.
Proyeksi Harga Emas Hingga Tahun 2030 yang Ambisius
Hans mengungkapkan bahwa pada tahun 2030, harga emas bisa mencapai angka fantastis, yaitu 10.000 dolar AS per troy ons. Meskipun target tersebut masih memerlukan waktu, proyeksi harga emas jangka pendek juga menggembirakan, dengan estimasi mencapai 5.400 dolar AS tahun ini.
Hans menjelaskan bahwa faktor fundamental, bukan hanya ketegangan geopolitik, yang menjadi pendorong utama kenaikan harga emas saat ini. Beberapa lembaga keuangan terkemuka, termasuk Bank of America dan Goldman Sachs, memperkirakan kenaikan harga emas sekitar 20 persen dalam waktu dekat.
Dalam pandangannya, ada perubahan signifikan dalam cara bank sentral berbagai negara menyimpan cadangan devisa. Emas mulai diakui kembali sebagai aset yang aman di tengah kekhawatiran terhadap stabilitas aset berbasis dolar AS.
Fase De-dolarisasi dan Pengaruhnya Terhadap Pasar Emas
Dunia saat ini berada dalam fase yang dikenal sebagai de-dolarisasi. Ini terjadi ketika bank sentral di beberapa negara beralih untuk menumpuk emas sebagai cadangan devisa. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ketidakpastian mengenai nilai dolar AS sebagai mata uang global.
Kekhawatiran mengenai ketidakstabilan mata uang dapat memicu pergeseran ke investasi yang lebih aman, seperti emas. Hal ini menjadikan emas sebagai pilihan utama bagi investor yang ingin melindungi aset mereka dari volatilitas pasar.
Hans juga menyoroti bahwa ketegangan geopolitik, seperti yang terjadi akibat konflik di Ukraina dan Rusia, telah meningkatkan minat terhadap emas. Keadaan ini menunjukkan bahwa investor semakin sadar akan risiko yang terkait dengan opsi investasi lain.
Kondisi Geopolitik yang Mempengaruhi Investasi Emas
Dengan meningkatnya ketegangan internasional, banyak investor beralih ke emas sebagai bentuk perlindungan. Mereka melihat emas sebagai sarana yang lebih stabil dibandingkan mata uang konvensional yang rentan terhadap fluktuasi.
Misalnya, setelah invasi Rusia ke Ukraina, situasi ini menyebabkan beberapa aset, termasuk dolar Rusia, mengalami pembekuan. Kondisi inilah yang mengajak masyarakat untuk lebih waspada dalam menyimpan nilai aset mereka.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa ketidakpastian politik di beberapa kawasan dapat mendorong peningkatan permintaan pasar emas. Investor kini lebih memilih berinvestasi dalam emas sebagai langkah pencegahan terhadap krisis mata uang.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








