Transisi Darurat Aceh Selesai, Pemulihan Bencana Ditargetkan 90 Hari
Daftar isi:
Pemerintah Aceh telah resmi mengumumkan transisi dari status darurat ke pemulihan bencana yang berlangsung selama 90 hari, dimulai dari 29 Januari hingga 29 April 2026. Keputusan ini diambil dalam upaya untuk mengalihkan fokus dari penanganan darurat ke langkah-langkah pemulihan yang lebih terstruktur.
Penetapan ini diumumkan oleh Gubernur Aceh dalam Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Menurut Juru Bicara Pemerintah Aceh, keputusan ini adalah hasil dari kajian yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh.
Dalam penetapan tersebut, Muhammad MTA menyatakan bahwa penting bagi pemerintah untuk mulai mempersiapkan langkah-langkah pemulihan yang komprehensif. Setiap kebijakan diharapkan bisa memastikan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak tetap dipenuhi.
Langkah-langkah Pemulihan Bencana di Aceh
Pemulihan pascabencana di Aceh bertujuan untuk memastikan bahwa infrastruktur dan layanan dasar kembali berfungsi. Gubernur Mualem telah memerintahkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh untuk segera melaksanakan instruksi ini.
Fase transisi ini juga akan menjadi waktu bagi pemerintah untuk memaksimalkan sumber daya dan memastikan alokasi dana yang sesuai. Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh diharapkan memberikan dukungan yang cukup untuk kegiatan pemulihan ini.
Berbagai kegiatan yang sudah direncanakan mencakup penanganan kebutuhan dasar masyarakat yang paling rentan. Dengan adanya penetapan ini, pemerintah berkomitmen untuk menjamin perlindungan bagi kelompok yang terdampak bencana.
Pentingnya Koordinasi dalam Pemulihan Bencana
Koordinasi antar pemangku kepentingan merupakan hal krusial dalam proses pemulihan. Pemerintah Aceh mengimbau seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak.
Seluruh organisasi yang terkait diharapkan bersinergi, baik dalam upaya penanganan darurat maupun pemulihan. Dengan demikian, kebutuhan mendesak setiap anggota masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
Segala upaya yang dilakukan harus berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Oleh karena itu, pendekatan berbasis data sangat diperlukan dalam merumuskan kebijakan pemulihan.
Rencana Pemulihan Jangka Menengah dan Panjang
Dokumen Rencana dan Pelaksanaan Pemulihan Pascabencana (R3P) menjadi bagian penting dalam proses pemulihan ini. Pemerintah Aceh menetapkan R3P pada tanggal 2 Februari 2026, yang kemudian akan diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Penyusunan R3P bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam pemulihan, baik untuk jangka menengah maupun panjang. Langkah ini termasuk rehabilitasi infrastruktur yang rusak dan pemulihan ekonomi masyarakat.
Dengan adanya R3P, diharapkan langkah-langkah yang diambil lebih terarah dan sistematis, serta mampu memenuhi harapan masyarakat Aceh untuk pulih dari bencana dengan cepat.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








