288 Warga Morowali Mengungsi Karena Tanah Longsor
Daftar isi:
Sebanyak 288 warga Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman akibat pergerakan tanah yang terjadi di wilayah tersebut. Peristiwa ini memicu kepanikan di masyarakat setempat dan menimbulkan beberapa isu yang perlu ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
Menurut keterangan dari Plt Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, semua warga yang terdampak telah diarahkan menuju tempat pengungsian yang lebih aman. Kejadian ini merupakan dampak dari sejumlah faktor yang perlu dicermati lebih seksama.
Kronologi Pergerakan Tanah di Morowali yang Mengkhawatirkan
Pergerakan tanah ini pertama kali terjadi pada hari Kamis, sekitar pukul 03.00 WITA. Menurut laporan yang diterima, sebelum terjadinya pergeseran, aktivitas pemuatan material menggunakan lima unit alat berat terjadi di lokasi tersebut.
Aktivitas ini mengakibatkan getaran yang cukup kuat, yang dirasakan oleh warga setempat dan menyebabkan kepanikan. Keesokan harinya, getaran tersebut kembali dirasakan menjelang malam, di mana warga mulai melihat tanda-tanda pergeseran tanah.
Sampai saat ini, kondisi pergeseran tanah di kawasan itu masih berlangsung perlahan, yang menambah keresahan di kalangan masyarakat. Kejadian ini menjadikan perhatian utama bagi BPBD dan pihak terkait.
Upaya Penanganan dan Langkah Darurat yang Ditempuh
BPBD Kabupaten Morowali, bersama dengan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, telah melakukan assessment awal untuk menanggapi masalah ini. Koordinasi lintas instansi juga dilakukan agar penanganan darurat bisa lebih efektif dan cepat.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengenai situasi ini, mengingat potensi bahaya yang masih mengancam akibat ketidakstabilan tanah. Hingga kini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau luka dalam insiden ini.
Asbudianto menekankan pentingnya keselamatan warga sebagai prioritas utama, dan mengingatkan agar tidak kembali ke rumah mereka sampai ada pernyataan resmi dari pihak berwenang mengenai keamanan lokasi tersebut.
Rekomendasi dan Langkah Selanjutnya untuk Warga
Warga diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari pihak berwenang mengenai kondisi tanah. Mengingat situasi yang masih belum stabil, semua masyarakat harus mengikuti petunjuk yang diberikan oleh petugas di lapangan.
Asbudianto menegaskan bahwa pemantauan intensif akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pergeseran yang lebih besar. Kondisi lapangan akan dievaluasi secara rutin sehingga keputusan yang diambil berdasarkan fakta dan data terkini.
Tindakan pencegahan dan respon cepat sangat penting dalam situasi darurat seperti ini. Oleh karena itu, kesadaran dan kerjasama masyarakat sangat diperlukan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








