Harga Emas Perhiasan Terkini 7 Desember 2025 dan Rincian Lengkapnya
Daftar isi:
Meskipun emas terus menunjukkan kekuatan yang tangguh, beberapa analis mengatakan stimulus baru diperlukan untuk mendorong harga kembali ke rekor tertingginya pada Oktober. Dengan waktu yang semakin menipis pada 2025, beberapa analis mencatat ini bisa menjadi tantangan yang sulit.
“Pergerakan emas pada masa depan akan bergantung pada apakah the Fed terus melakukan pelonggaran moneter atau jika kondisi makroekonomi, seperti melemahnya pertumbuhan atau risiko geopolitik lebih lanjut terwujud,” ujar Chief Market Analyst, FP Markets, Aaron Hill.
Ia mengatakan, untuk mencapai titik tertinggi sepanjang masa, emas membutuhkan kombinasi penurunan suku bunga yang agresif, pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) lebih lanjut dan peningkatan permintaan safe haven.
“Harga tembus ke wilayah positif sebelum akhir tahun akan membutuhkan lebih dari sekadar satu kali penurunan suku bunga, guncangan makro atau sinyal dovish lebih lanjut dari the Fed bisa menjadi pendorong utama,” ujar dia.
Pentingnya Analisis Makroekonomi dalam Pergerakan Harga Emas
Analisis makroekonomi memainkan peran penting dalam memprediksi pergerakan harga emas. Suku bunga yang lebih rendah cenderung mendorong investasi dalam aset yang dianggap aman seperti emas, karena biayanya untuk menyimpan aset tersebut menjadi lebih rendah.
Di sisi lain, kondisi global dan kebijakan moneter juga berpengaruh. Jika terjadi ketidakstabilan di pasar keuangan, maka bisa memicu investasi yang lebih besar ke dalam emas sebagai perlindungan.
Dalam situasi di mana inflasi meningkat, emas juga sering kali dianggap sebagai pelindung nilai yang ideal. Ini adalah salah satu alasan mengapa permintaan terhadap logam mulia ini cenderung meningkat selama periode ketidakpastian ekonomi.
Risiko Geopolitik dan Dampaknya Terhadap Pasar Emas
Risiko geopolitik juga menjadi faktor yang memengaruhi harga emas secara signifikan. Ketegangan internasional atau konflik di berbagai belahan dunia sering kali meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.
Contohnya, ketegangan di Timur Tengah atau konflik di Eropa dapat menyebabkan investor berpindah ke emas. Kenaikan permintaan ini sering kali berimbas pada meningkatnya harga emas secara global.
Terlebih lagi, ketidakstabilan politik di suatu negara sering kali mendorong orang untuk mencari perlindungan di dalam emas. Hal ini membuat emas semakin diminati di masa-masa krisis.
Tantangan Berlanjut bagi Emas dalam Mencapai Puncak Baru
Meskipun ada banyak faktor yang dapat mendorong harga emas naik, tantangan tetap ada. Peningkatan suku bunga oleh bank sentral bisa menekan permintaan, karena membuat investasi di aset lain menjadi lebih menarik.
Selain itu, adanya pemulihan ekonomi yang kuat juga bisa mengurangi daya tarik emas. Dalam kondisi seperti ini, investor lebih memilih untuk berinvestasi di saham atau obligasi yang menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi.
Jadi, untuk menarik kembali aliran investasi yang besar, pasar emas perlu mengatasi tantangan tersebut dengan menunjukkan daya tarik yang kuat. Kebijakan moneter yang akomodatif bisa menjadi kunci dalam hal ini.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








