Harga Emas Turun ke Level Terendah Hari Ini 29 Oktober 2025
Daftar isi:
Harga emas dunia kembali mengalami penurunan yang signifikan pada perdagangan Selasa pagi, menembus level psikologis USD 4.000 per ons untuk pertama kalinya sejak pertengahan Oktober. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya kepercayaan investor yang beralih ke aset berisiko, menyusul meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan China.
Ketegangan yang ditemukan antara dua negara besar tersebut telah lama menjadi tarik ulur yang mempengaruhi pasar global. Ketika ketegangan mulai mencair, investor cenderung mencari peluang di aset yang memberikan imbal hasil lebih tinggi, seperti saham.
Analisis terkini menunjukkan bahwa kondisi ini berpotensi menekan permintaan terhadap emas, yang biasanya dianggap investasi aman di masa ketidakpastian. Menurut beberapa analis, situasi ini menciptakan tren bearish yang cukup kuat dalam pasar emas saat ini.
Mengapa Harga Emas Terus Melemah dalam Beberapa Waktu Terakhir?
Salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan harga emas adalah meningkatnya selera risiko di kalangan investor. Banyak yang beralih dari logam mulia ini untuk membeli saham yang lebih berisiko namun menawarkan potensi keuntungan lebih besar. Hal ini menyebabkan tekanan pada harga emas yang terus merosot.
Selain itu, data perekonomian yang membaik dari negara-negara besar juga memengaruhi psikologi pasar. Indikator-indikator ekonomi positif sering kali mengarah pada penguatan mata uang utama dan mengurangi permintaan untuk aset safe haven. Ini menciptakan dinamika pasar yang tak terlepas dari pengaruh data ekonomi global.
Lebih jauh lagi, analis pasar mencatat bahwa sentimen pasar yang positif berpotensi mendorong harga emas lebih rendah. Masyarakat berinvestasi lebih berani, membuat emas semakin tidak menarik bagi pelaku pasar yang mencari imbal hasil cepat.
Dampak Geopolitik terhadap Pergerakan Harga Emas
Ketegangan geopolitik sering kali memicu lonjakan harga emas sebagai reaksi pertahanan investor. Namun, ketika ketegangan mulai mereda, seperti yang terjadi baru-baru ini, harga emas sama sekali tidak bisa terelakkan dari penurunan. Masyarakat cenderung kembali ke aset berisiko saat situasi politik stabil.
Peristiwa-peristiwa seperti negosiasi dagang antara dua negara besar juga dapat memberikan dampak jangka panjang pada pasar emas. Apabila stabilitas tertanam, harga emas mengalami penurunan yang signifikan, seperti yang terlihat saat ini.
Dari segi teknikal, banyak analisis menggunakan pola candlestick untuk memprediksi arah pergerakan harga emas. Kombinasi dari pola ini menunjukkan bahwa potensi penurunan masih ada, berbanding terbalik dengan harapan pemulihan dari investor.
Pola Trading dan Analisis Kekinian untuk Emas
Dalam analisis terkini, terlihat bahwa pola bearish masih mendominasi harga emas. Analis menyarankan agar para trader waspada terhadap potensi penurunan lebih lanjut menuju area USD 3.950. Jika tren penurunan berlanjut, itu dapat memicu lebih banyak tekanan pada para investor yang membawa posisi beli yang belum tertutup.
Namun, tidak semua analisis menunjukkan pandangan pesimis. Ada kemungkinan terjadinya rebound teknikal yang dapat membawa kembali harga ke level USD 4.059; level ini dapat menjadi kunci bagi trader intraday dalam merancang strategi mereka. Kemenangan harga dalam area ini bisa memberikan harapan baru bagi investor.
Dengan mempertimbangkan semua analisis dan indikator yang ada, situasi pasar emas saat ini menunjukkan bahwa trader harus menjalankan strategi berdasarkan data dan pola terbaru. Setiap langkah harus dapat diukur dan mempertimbangkan risiko yang ada di pasar yang berubah dengan cepat.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now






