Pekan Panutan Pajak Kota Tangerang Targetkan Pendapatan Rp 1 Miliar dari ASN
Daftar isi:
Pekan Panutan Pajak yang dicanangkan oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin, merupakan langkah penting untuk menggaungkan budaya taat pajak. Acara ini tidak hanya melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam membangun daerah melalui optimalisasi pendapatan pajak.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang, Kiki Wibhawa, menjelaskan bahwa agenda ini berlangsung dari 9 hingga 11 Februari 2026 dengan target partisipasi ASN untuk mencapai pembayaran pajak minimal Rp1 miliar. Dengan waktu yang cukup singkat, upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak di kalangan pegawai negeri.
Pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai inisiatif untuk mendorong ASN dalam memenuhi kewajiban pajaknya. Salah satunya adalah membuka gerai layanan di berbagai lokasi, termasuk di setiap kecamatan, serta memanfaatkan sistem pembayaran digital yang semakin mudah diakses masyarakat.
Pentingnya Kesadaran Pajak bagi Masyarakat dan ASN
Kesadaran akan kewajiban membayar pajak sangat penting, terutama bagi ASN yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat. Pembayaran pajak yang tepat waktu memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah dan fasilitas publik.
Sebagai bagian dari penggalangan dukungan, Wali Kota Sachrudin mengajak ASN untuk menggunakan kanal digital dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Hal ini tidak hanya membuat proses pembayaran lebih efisien tetapi juga menumbuhkan budaya digital di kalangan masyarakat.
Bergabungnya teknologi dalam proses administrasi perpajakan adalah langkah yang strategis untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Dengan memanfaatkan aplikasi Tangerang LIVE, masyarakat dapat melihat secara langsung dampak dari kontribusi pajak yang mereka bayar.
Strategi untuk Meningkatkan Partisipasi Pajak di Daerah
Pekan Panutan Pajak tidak hanya sekadar acara seremonial, tetapi merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan partisipasi pajak. Strategi ini mencakup berbagai metode komunikasi, penyuluhan, dan pelayanan publik yang lebih baik.
Melalui berbagai program, pemerintah berharap dapat menyentuh masyarakat di tingkat akar rumput. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mendirikan gerai pelayanan pajak di dekat kawasan pemukiman, sehingga memudahkan akses bagi wajib pajak.
Inovasi dalam pelayanan juga mencakup penjagaan kualitas layanan, supaya wajib pajak merasa nyaman ketika melakukan pembayaran. Diharpkan, inisiatif ini akan mendorong masyarakat untuk ikut berkontribusi secara aktif dalam perpajakan.
Manfaat Langsung dari Pembayaran Pajak yang Tepat Waktu
Pembayaran pajak yang tepat waktu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Pendapatan yang diterima dari pajak dapat digunakan untuk berbagai program pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga layanan sosial.
Dengan demikian, setiap individu yang membayar pajak akan langsung merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, jalur transportasi yang lebih baik, fasilitas kesehatan, dan pendidikan yang memadai.
Pemerintah daerah berupaya untuk memastikan bahwa semua aspek dari kutipan pajak kembali kepada masyarakat. Dengan sistem yang transparan, masyarakat dapat memantau perkembangan dan penggunaan dana pajak dengan lebih mudah.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








