Selain Canada FTA, Mendag Usul ASEAN Jajaki Kerja Sama UE dan Dewan Kerja Sama Teluk
Daftar isi:
Indonesia saat ini tengah berupaya untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara lain dalam kawasan Asia Tenggara. Salah satu langkah tersebut adalah melalui negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas antara ASEAN dan Kanada, yang diharapkan dapat rampung pada tahun 2026.
Proses ini diungkapkan oleh Menteri Perdagangan Indonesia, Budi Santoso, dalam forum pertemuan menteri negara anggota ASEAN. Ini merupakan langkah strategis untuk mengembangkan kerjasama ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Budi juga menekankan pentingnya untuk menjajaki kemitraan baru dengan negara-negara lainnya seperti Uni Eropa dan Dewan Kerja Sama Kawasan Teluk. Hal ini bertujuan untuk diversifikasi ekonomi yang lebih baik dan adaptasi terhadap perubahan global.
ASEAN dan Proses Negosiasi FTA dengan Kanada
Negosiasi FTA antara ASEAN dan Kanada menjadi sorotan utama dalam diskusi ini. Menteri Perdagangan menjelaskan bahwa ASEAN memiliki komitmen untuk memperluas jaringan perdagangan dan investasi dengan berbagai negara.
Proses ini diharapkan tidak hanya menguntungkan Indonesia, tetapi juga negara-negara anggota ASEAN lainnya. Dengan adanya perjanjian ini, diharapkan akan ada peningkatan akses pasar yang lebih luas untuk produk-produk ASEAN.
Selain itu, Budi menilai bahwa Kanada sebagai mitra strategis dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di kawasan. Ini menjadi bagian dari strategi untuk menarik investasi luar negeri yang lebih substansial.
Pentingnya RCEP dalam Integrasi Ekonomi Regional
Selain pembahasan mengenai FTA dengan Kanada, Budi juga menyoroti pentingnya Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). RCEP diyakini menjadi salah satu fondasi utama bagi integrasi ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.
Mendag menegaskan bahwa RCEP menawarkan berbagai keuntungan, termasuk meningkatkan daya saing produk-produk ASEAN di pasar global. Hal ini akan menciptakan peluang bagi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Lebih jauh lagi, penguatan kerja sama di dalam RCEP membantu dalam meningkatkan stabilitas ekonomi di kawasan. Ini penting untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dan dinamis.
Langkah Selanjutnya untuk Modernisasi Perdagangan
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Budi menyebutkan perlunya pemanfaatan dan modernisasi perjanjian perdagangan bebas yang sudah ada. Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya harus aktif mengeksplorasi potensi yang ada dalam kerjasama ini.
Memperluas jaringan akses pasar dan konektivitas rantai pasok menjadi salah satu prioritas utama. Inovasi dalam proses produksi dan distribusi juga sangat esensial untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Budi menekankan bahwa modernisasi tidak hanya sekadar tentang teknologi, tetapi juga penguatan kapasitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang berkualitas menjadi kunci untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








