Posko Pohon Tumbang DKI Jakarta Dibuka, Warga Diminta Laporkan Bahaya
Daftar isi:
Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta telah mengambil langkah penting dalam mengatasi risiko pohon tumbang. Melalui pembukaan posko pelaporan, mereka mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan potensi bahaya pohon di lingkungan sekitar.
Dengan adanya imbauan dari Kepala Distamhut, M. Fajar Sauri, diharapkan kesadaran warga mengenai keselamatan dapat meningkat. Situasi cuaca yang tidak menentu menjadi alasan utama perlunya perhatian lebih terhadap kondisi pohon di Jakarta.
Dalam beberapa bulan ke depan, sebagai dampak dari peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jakarta akan mengalami cuaca yang ekstrem. Hujan lebat dan angin kencang menjadi ancaman nyata, sehingga langkah-langkah pencegahan harus dilakukan secara serius.
Fajar menekankan pentingnya pendekatan mitigasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini mencakup tahap pra-cuaca ekstrem, saat cuaca ekstrem, dan juga pasca-kejadian cuaca ekstrem.
Pentingnya Mitigasi Cuaca Ekstrem di Jakarta
Pada tahap pra-cuaca ekstrem, tim dari Distamhut melakukan pemantauan terhadap pohon-pohon yang berisiko tinggi. Pohon tua, miring, dan batang berongga menjadi fokus utama untuk diperiksa secara berkala.
Upaya lain seperti pemangkasan dan pembersihan cabang kering juga dilakukan secara rutin. Pemangkasan berfungsi untuk mengurangi beban pada cabang pohon, sehingga mengurangi kemungkinan tumbangnya pohon ketika menghadapi angin kencang.
“Penanganan pohon berisiko kami lakukan berdasarkan hasil pemeriksaan teknis yang cermat,” ujar Fajar. Hal ini menunjukkan komitmen Distamhut dalam menjaga keselamatan warga dan meminimalisasi risiko dari potensi pohon tumbang.
Sampai awal Desember 2025, Distamhut telah menangani lebih dari 69.000 pohon berisiko. Tindakan pengendalian ini meliputi pemangkasan dan penebangan pohon yang dianggap sangat berbahaya.
Aktivasi Tim Siaga Pohon Tumbang Selama Cuaca Ekstrem
Ketika cuaca ekstrem mulai berlangsung, Tim Siaga Pohon Tumbang akan diaktifkan secara keseluruhan. Pemantauan secara real-time menjadi bagian dari operasi mereka untuk menangani situasi yang tidak terduga.
Akses informasi dari BMKG dan laporan masyarakat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan. Penanganan pohon yang tumbang akan diprioritaskan, terutama yang mengancam keselamatan serta akses jalan utama di kota.
“Kami memfokuskan upaya penanganan pada pohon yang dapat memberikan risiko tinggi bagi masyarakat,” tegas Fajar. Ini menjadi langkah konkret untuk melindungi warga dari dampak potensi pohon tumbang yang berbahaya.
Pekerja lapangan berusaha untuk bertindak cepat dan efisien, menjaga akses jalan dan keselamatan umum. Dengan begitu, diharapkan dampak dari cuaca ekstrem dapat diminimalisasi.
Evaluasi dan Langkah Pasca-Cuaca Ekstrem yang Diterapkan di Jakarta
Setelah cuaca ekstrem reda, proses pasca-penanganan dimulai. Pembersihan material pohon tumbang dan inventarisasi pohon rusak menjadi fokus utama tim. Selain itu, analisis penyebab tumbangnya pohon juga dilakukan untuk evaluasi ke depan.
“Penanaman kembali menjadi langkah lanjutan yang sangat penting,” tambah Fajar. Jenis pohon yang lebih adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem akan dipilih untuk ditanam kembali.
Dengan pendekatan ini, diharapkan akan ada peningkatan dalam ketahanan ekosistem perkotaan terhadap badai di masa yang akan datang. Selain itu, tindak lanjut dengan penyusunan laporan evaluasi juga penting untuk peningkatan kinerja di tahun-tahun berikutnya.
Pentingnya kolaborasi antara dinas dan masyarakat dalam menjaga rantai ekosistem ini adalah kunci sukses. Masyarakat diharapkan berpartisipasi aktif dalam setiap langkah yang diambil untuk memastikan keselamatan bersama.
Penting juga untuk membangun kesadaran mengenai cara melindungi diri saat terjadi cuaca buruk. Berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas di bawah pohon saat angin kencang sangat dianjurkan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now










