Sekda DKI Minta Dinas Perhatikan Fenomena Ikan Sapu-sapu di Kali Ciliwung
Daftar isi:
Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, mengingatkan perlunya perhatian serius terhadap isu spesies invasif, khususnya ikan sapu-sapu yang mendominasi Kali Ciliwung. Fenomena ini berpotensi merusak keseimbangan ekosistem sungai dan mengancam kesehatan publik.
Menurut Uus, kehadiran spesies ini dibarengi dengan masalah limbah yang mencemari aliran sungai. Hal ini mengindikasikan perlunya koordinasi yang lebih baik antara berbagai perangkat daerah untuk menangani permasalahan limbah secara tuntas.
Keberadaan ikan sapu-sapu menjadi perhatian masyarakat karena sering kali ditemukan di perairan tercemar, yang dapat membahayakan keamanan konsumsi. Selain itu, tingginya konsentrasi limbah di sungai dapat menambah risiko kesehatan bagi warga sekitar.
Urgensi Penanganan Spesies Invasif di Kali Ciliwung
Uus menekankan pentingnya Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) untuk melakukan tindakan lebih lanjut terkait fenomena ini. Dia menyatakan perlunya penelitian mendalam untuk memahami akar permasalahan yang ada di Kali Ciliwung.
Masyarakat perlu diberdayakan agar dapat berpartisipasi dalam menjaga kelestarian ekosistem sungai. Selain itu, pengawasan terhadap ikan yang diambil dari sungai harus dilakukan agar dapat menjamin keamanan bagi konsumen.
Uus menyatakan bahwa tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan yang konvensional dalam menangani isu ini. Penanganan proaktif dibutuhkan agar dampak buruk dari limbah dapat diminimalisir.
Dinas terkait diharapkan melakukan pengecekan langsung di lapangan. Hal ini bertujuan untuk memastikan keberadaan ikan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat Jakarta.
Risiko kesehatan akibat konsumsi ikan dari Kali Ciliwung dapat sangat besar. Mengingat adanya potensi kontaminasi logam berat serta mikroplastik yang dapat mempengaruhi kesehatan jangka panjang.
Peran Masyarakat dalam Mengatasi Masalah Ikan Sapu-sapu
Uus juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam mengatasi masalah spesies invasif ini. Kehadiran komunitas yang peduli lingkungan menjadi salah satu kunci untuk mengurangi populasi ikan sapu-sapu di sungai.
Sebelumnya, Dinas KPKP telah mengingatkan bahwa ikan sapu-sapu hasil tangkapan liar tidak layak untuk dikonsumsi. Hal ini disebabkan oleh tingginya risiko kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan manusia.
Sejumlah ahli berpandangan bahwa ikan sapu-sapu dapat dipelihara dan dibudidayakan secara aman jika dilakukan dengan pengawasan yang tepat. Namun, kondisi tersebut tidak berlaku bagi ikan yang hidup di lingkungan yang tercemar.
Akumulasi berbagai zat berbahaya dalam tubuh ikan dapat berpotensi menyebabkan keracunan. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk memahami risiko ini sebelum mengkonsumsi ikan dari Kali Ciliwung.
Warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, Arief, seorang ‘tukang jagal ikan sapu-sapu’, berpendapat bahwa penanganan masalah ini memerlukan pendekatan akademis dan penelitian yang lebih serius. Ia percaya solusi yang konvensional tidak akan cukup efektif.
Inisiatif Kreatif untuk Menjaga Ekosistem Kali Ciliwung
Arief telah memperlihatkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan aktif mencari dan memusnahkan ikan sapu-sapu. Ia melakukannya baik sendiri maupun bersama kelompok kecil dengan alat yang sederhana.
Semangatnya dalam melestarikan Kali Ciliwung terlihat dari keinginannya untuk mengajak masyarakat juga berpartisipasi. Ia menghimbau agar orang-orang tidak membuang sampah ke dalam sungai untuk membantu menjaga kebersihan lingkungan.
Kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem di sekitar sungai adalah kunci untuk kelangsungan hidup flora dan fauna di sana. Tanpa dukungan penuh dari masyarakat, upaya untuk mengatasi masalah limbah dan spesies invasif cenderung tidak akan membuahkan hasil.
Arief juga mengungkapkan bahwa banyak persoalan terkait Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung memerlukan perhatian dan pendanaan yang signifikan. Namun, ada tindakan sederhana yang bisa dilakukan tanpa memerlukan biaya, seperti tidak membuang sampah sembarangan.
Contoh seperti Arief seharusnya bisa jadi inspirasi bagi banyak orang. Kesadaran mengenai pengelolaan sampah harus ditingkatkan agar ekosistem Kali Ciliwung dapat terjaga dengan baik.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now










