Diet OMAD Makan Sekali Sehari, Ini Kelompok yang Sebaiknya Menghindar
Daftar isi:
Diet OMAD atau one meal a day semakin banyak menarik perhatian sebagai metode ekstrem untuk menurunkan berat badan. Namun, di balik popularitasnya, terdapat risiko kesehatan yang perlu dipertimbangkan sebelum mencobanya.
Para ahli gizi memperingatkan bahwa metode ini tidak cocok untuk semua orang dan memerlukan pemahaman mendalam tentang tubuh dan kebutuhan nutrisi. Mengabaikan hal ini bisa mengakibatkan dampak kesehatan yang serius jika tidak dilakukan dengan hati-hati.
Pola makan ini hanya memperbolehkan satu kali makan dalam sehari, membuat tubuh berpuasa sepanjang hari. Menurut beberapa ahli gizi, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk mencoba diet ini.
Pentingnya Kesadaran Sebelum Memulai Diet OMAD
Diet OMAD mungkin terdengar menarik, tetapi risikonya perlu diperhatikan secara serius. Keterbatasan asupan makanan dapat menyebabkan kekurangan gizi jika tidak dikelola dengan baik.
Dalam menjalani diet ini, individu harus memastikan bahwa asupan gizi saat makan cukup seimbang dan memenuhi kebutuhan harian. Hal ini melibatkan pemilihan makanan yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat.
Dengan hanya satu kali makan, penting untuk menghindari makanan yang tinggi kalori namun rendah nutrisi. Pilihan makanan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan tubuh meskipun dalam pola makan yang ketat ini.
Riski Kesehatan yang Mungkin Terjadi
Jika dilakukan tanpa pengawasan atau persiapan yang memadai, diet OMAD dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Anemia, gangguan pencernaan, dan lemas adalah beberapa contoh dampak negatif yang dapat muncul.
Hipoglikemia atau gula darah yang rendah juga menjadi risiko bagi banyak orang yang mencoba metode ini. Kondisi ini berbahaya dan memerlukan perhatian medis segera untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Lebih jauh lagi, individu dengan riwayat gangguan makan atau mereka yang menjalani obat-obatan tertentu harus sangat berhati-hati dan berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai diet OMAD.
Siapa yang Harus Menghindari Diet OMAD
Diet ini tidak dianjurkan bagi anak-anak dan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan. Mereka memerlukan asupan gizi yang konsisten dan seimbang sepanjang hari untuk mendukung perkembangan yang optimal.
Demikian juga, ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak mencoba metode ini karena mereka memiliki kebutuhan kalori dan nutrisi yang lebih tinggi. Risiko kekurangan gizi bisa berdampak bagi kesehatan ibu dan anak.
Selain itu, lansia juga perlu berhati-hati saat mempertimbangkan diet ini. Mereka mungkin lebih rentan terhadap masalah kesehatan yang muncul akibat pola makan yang sangat ketat.
Menilai Kelayakan Diet OMAD
Walaupun ada risiko, diet OMAD dapat cocok bagi individu dewasa yang sehat dan tidak memiliki masalah kesehatan yang serius. Adanya tujuan tertentu, seperti menurunkan berat badan, dapat menjadi motivasi untuk mencoba metode ini.
– Namun, sebelum melangkah lebih jauh, para ahli menyarankan untuk melakukan tahapan awal yang lebih ringan. Misalnya, melakukan puasa selama 12 hingga 14 jam untuk menyiapkan tubuh sebelum beralih ke diet OMAD.
– Tujuan dari tahapan ini adalah agar tubuh mampu beradaptasi dengan pola puasa yang lebih panjang. Adaptasi yang tepat dapat mengurangi kemungkinan munculnya efek samping yang tidak diinginkan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now









