Gregoria Mariska Tunjung Tersingkir Dini di French Open 2025
Daftar isi:
Gregoria Mariska Tunjung, pemain tunggal putri Indonesia, harus menghadapi kenyataan pahit di ajang French Open 2025 setelah tereliminasi pada babak 32 besar. Ia mengalami kekalahan melawan wakil China, Gao Fang Jie, di Glaz Arena, Selasa malam, dan ini menunjukkan tantangan besar yang harus dihadapi Gregoria dalam mempertahankan performanya di level internasional.
Dalam pertandingan tersebut, Gregoria tampak percaya diri di awal permainan, tetapi tidak mampu mempertahankan momentum. Kekalahannya dengan skor 21-18, 6-21, dan 13-21 menandakan perlunya evaluasi mendalam untuk meningkatkan penampilannya di masa mendatang.
Kondisi Awal yang Menjamin Kemenangan Besar
Di awal gim pertama, Gregoria menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi dan permainan yang agresif. Ia mampu mendikte tempo pertandingan, yang memaksa Gao untuk bertahan menghadapi serangan-serangannya yang terus-menerus.
Keunggulan Gregoria yang mencapai 11-4 di interval pertama menggambarkan dominasi yang jelas atas lawannya. Meskipun Gao berusaha mengejar, Gregoria tetap tutup gim pertama dengan penuh keyakinan dan meraih kemenangan 21-18.
Namun, momen keberhasilan tersebut tak bertahan lama saat memasuki gim kedua. Gregoria mengalami penurunan performa yang dratis, membuatnya kehilangan kendali atas permainan.
Perubahan Dramatis dalam Pertandingan
Di gim kedua, Gao mulai mengambil alih kontrol permainan dengan sangat baik. Gregoria yang awalnya agresif mendapati dirinya kesulitan untuk merespon strategi lawan yang semakin efektif.
Tertinggal jauh 2-11 saat interval membuat Gregoria kehilangan kepercayaan diri. Bahkan, dalam upayanya untuk bangkit, ia gagal mencetak poin dan kalah telak dengan skor 6-21.
Saat memasuki gim penentuan, Gregoria dihadapkan pada tantangan yang semakin besar. Meskipun ia mencoba untuk kembali ke jalur kemenangan, tekanan dari Gao terbukti sangat signifikan.
Momen Penentuan dan Kebangkitan yang Terhambat
Gim ketiga menjadi arena lain bagi Gregoria untuk membuktikan kemampuannya, namun ia kesulitan untuk keluar dari tekanan yang diberikan oleh Gao. Tercatat, ia tertinggal 9-11 di interval dan situasi ini semakin menambah tekanan mental pada dirinya.
Meski berusaha melakukan serangan cepat untuk mengejar ketinggalan, Gao justru tampil lebih efisien dan stabil. Permainan yang konsisten dari pemain asal China itu mulai membuat Gregoria kehilangan harapan.
Ketidakmampuan Gregoria untuk mengatasi tekanan akhirnya berujung pada kekalahan 13-21. Kegagalan ini jelas menjadi pelajaran berharga untuknya dalam menghadapi kompetisi yang lebih tinggi di masa depan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








