Jenazah Rugaiya Usman Istri Tiba di Rumah Duka dan Langsung Disalatkan
Daftar isi:
Prosesi salat jenazah istri Wiranto, Rugaiya Usman, berlangsung haru dan khidmat di rumah duka yang terletak di Bambu Apus, Jakarta Timur. Kegiatan ini dilaksanakan segera setelah jenazah tiba dari Bandung, yang menjadi perjalanan terakhirnya sebelum dikebumikan.
Kedatangan mobil jenazah di rumah duka pada malam hari menandai momen penting bagi keluarga dan kerabat. Semua mata tertuju pada peti jenazah yang akan membawa Rugaiya ke peristirahatan terakhirnya.
Prosesi Salat Jenazah Berlangsung Khidmat di Rumah Duka
Peti jenazah Rugaiya diletakkan dengan hormat di bagian depan aula rumah duka, memberi kesempatan bagi semua yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Keluarga mengundang para kerabat dan teman dekat untuk mengikuti prosesi salat jenazah yang dimulai tidak lama setelah kedatangan jenazah.
Di tengah suasana hening, salat jenazah dilaksanakan dengan khidmat. Banyak tokoh penting yang hadir, menandakan betapa dihargainya sosok Rugaiya dalam kehidupan masyarakat dan keluarganya.
Antara lain, mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono, serta mantan Wakil Panglima TNI, Fachrul Razi, nampak mengikuti proses tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian Rugaiya.
Wiranto, suami Rugaiya, ikut serta dalam salat jenazah dan berada di belakang imam. Momen itu menjadi simbol dukungan dan cinta terakhir yang ditunjukkan seorang suami kepada istrinya.
Keterlibatan Tokoh Penting dalam Salat Jenazah
Salat jenazah ini dihadiri oleh sejumlah tokoh yang bukan hanya merupakan sahabat, tetapi juga rekan kerja dari Wiranto dan Rugaiya. Mereka semua datang memberi penghormatan dan berbagi rasa duka di hari yang penuh haru tersebut.
Dari kalangan pejabat, tampak Ahmad Dhofiri yang menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden, juga ikut ambil bagian dalam prosesi ini. Kehadiran tokoh-tokoh ini mencerminkan betapa pentingnya posisi Rugaiya dalam jalinan hubungan sosial dan politik.
Rasa kehadiran masyarakat atas jenazah Rugaiya juga menunjukkan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan. Setiap orang yang hadir merasakan betapa beratnya kehilangan yang dialami oleh Wiranto dan keluarganya.
Tradisi salat jenazah dalam budaya Indonesia memang selalu diwarnai oleh kesedihan, tetapi juga menunjukkan persatuan dan soliditas dalam menghadapi duka. Ritual ini bukan hanya untuk mengenang almarhum, tetapi juga mengingatkan kita tentang arti persahabatan dan kebersamaan.
Rugaiya Usman: Sang Istri yang Dikenang
Rugaiya Usman dikenal sebagai sosok yang lembut dan suportif, baik untuk suami maupun keluarga besar. Selama hidupnya, ia selalu menjadi pendukung setia di balik kesuksesan Wiranto di panggung politik.
Kepergian Rugaiya meninggalkan luka mendalam bagi banyak orang. Sejumlah kenangan manis bersamanya terukir dalam hati keluarga dan teman-teman, menjadi pengingat akan kasih sayang dan ketulusan yang dimilikinya.
Meskipun waktu terus berlalu, sosok Rugaiya akan terus diingat oleh mereka yang mencintainya. Kenangan tentang kedamaian dan kebahagiaan yang dia bawa akan selalu menjadi bagian dari setiap cerita yang dibagikan.
Melalui momen ini, banyak orang diingatkan untuk menghargai keberadaan orang-orang tercinta di sekitar. Kemanisan hidup ini sangat dipengaruhi oleh hubungan yang kita jalin dengan orang di sekeliling kita, termasuk dengan pasangan hidup.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now









