Medan Terjal Menghambat Evakuasi Korban serta Puing Pesawat di Bulusaraung
Daftar isi:
Keberadaan tim SAR gabungan dalam evakuasi jenazah korban pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Pangkep, memberi gambaran jelas tentang tantangan besar yang mereka hadapi. Medan yang terjal dengan kemiringan mencapai 90 derajat menjadi kendala utama dalam proses evakuasi tersebut.
Kondisi dinding tebing yang vertikal membuat setiap langkah dalam mengangkat jenazah dari dasar lereng ke jalur evakuasi harus dilakukan dengan hati-hati. Teknik pemanjatan dan pengamanan khusus pun diterapkan untuk memastikan keselamatan anggota tim SAR dalam menjalankan tugasnya.
Tantangan Terbesar Tim SAR dalam Evakuasi Korban Pesawat
Tim SAR bekerja tanpa henti untuk mengevakuasi jenazah demi memastikan bahwa setiap korban mendapatkan penghormatan terakhir yang layak. Semasa proses ini, mereka dikelilingi oleh kondisi alam yang ekstrim, meningkatkan risiko yang dihadapi oleh para personel di lapangan.
Salah satu anggota tim menyebutkan, “Saat ini kami sedang berupaya keras mengevakuasi korban untuk dibawa turun ke posko utama di kaki gunung.” Hal ini menunjukkan dedikasi tinggi yang dimiliki tim meskipun dalam situasi yang sangat sulit.
Jenazah yang ditemukan diduga merupakan penumpang pesawat yang hilang, terletak di area yang sulit dijangkau, sekitar 500 meter dari puncak gunung. Lokasi yang sangat terjal ini menambah komplikasi dalam upaya evakuasi yang sedang dilakukan.
Proses Evakuasi dan Pengumpulan Puing Pesawat
Sebagai bagian dari upaya pencarian ini, tim gabungan telah berhasil mengumpulkan puing-puing pesawat berukuran kecil dan sedang. Puing-puing tersebut diambil dari lokasi jatuhnya pesawat dan dipindahkan ke Posko Utama di Desa Tompobulu.
Pengumpulan puing-puing ini bertujuan untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Sambil menunggu evakuasi korban manusia selesai, proses analisis puing menjadi langkah penting untuk mengetahui akar penyebab kecelakaan tersebut.
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, terlibat langsung dalam pemantauan pergerakan tim di lapangan. Dukungan penuh dari personel TNI diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi yang terhambat oleh faktor geografi di lokasi kejadian.
Upaya Tim SAR dan Tanggung Jawab Sosial
Di tengah berbagai kesulitan, tim SAR menunjukkan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi. Mereka bukan hanya berfokus pada tugas formal, tetapi juga memahami pentingnya memberikan dukungan psikologis kepada keluarga korban yang menunggu di posko utama. Hal ini menjadi aspek penting dalam proses evakuasi yang jarang terlihat.
Penghormatan kepada korban selama evakuasi dilakukan sangat serius, dengan memperhatikan aspek-aspek etika dan moral. Setiap anggota tim SAR dilatih untuk memastikan bahwa setiap langkah diambil dengan penuh penghormatan bagi mereka yang telah kehilangan nyawa.
Kesulitan yang dihadapi membuat mereka harus tetap bersikap profesional dalam menjalankan tugas. Keberanian dan dedikasi tim ini mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dalam situasi darurat, di mana nyawa manusia sangat berharga.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








