Sutiyoso Lega, Tiang Monorel Kini Tak Lagi Menjadi Besi Tua Mangkrak
Daftar isi:
Proyek monorel di Jakarta yang mangkrak selama bertahun-tahun kini memasuki babak baru dengan pembongkaran fondasinya. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, mengungkapkan rasa lega dan harapannya yang terpendam selama ini setelah proses pembongkaran resmi dimulai di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Menurutnya, kehadiran kepastian dalam pembongkaran ini menjadi sinyal positif bagi perbaikan sistem transportasi di ibu kota. Sutiyoso, yang akrab disapa Bang Yos, menginginkan agar warga Jakarta segera menikmati kemudahan yang dihadirkan oleh jaringan transportasi publik yang terintegrasi.
Pembongkaran yang Dinanti: Akhir dari Penantian Panjang
Pembongkaran tiang monorel ini menandakan akhir dari proyek yang direncanakan sejak tahun 2003. Sutiyoso bercerita tentang awal mula ide ini ketika ia mengumpulkan para pakar transportasi dari berbagai universitas untuk merancang solusi atas kemacetan yang sudah menjadi masalah akut di Jakarta.
Dalam usaha untuk menghasilkan sistem transportasi yang efisien, Sutiyoso melakukan studi banding ke sejumlah negara, termasuk Kolombia. Menurutnya, situasi di Bogota sangat mirip dengan Jakarta, sehingga banyak pelajaran yang bisa diambil dari sana untuk diterapkan di ibu kota.
Dari kajian tersebut, dia merumuskan bahwa Jakarta membutuhkan empat moda transportasi utama: MRT, monorel, busway, dan waterway. Keempat moda ini dirancang untuk saling terintegrasi, memudahkan akses warga ke berbagai lokasi di Jakarta.
Proyek Monorel: Antara Harapan dan Realita
Ketika proyek monorel pertama kali diusulkan, teknologi transportasi ini diharapkan bisa menjadi jawaban atas permasalahan kemacetan yang seolah tiada akhir. Namun, berbagai kendala, baik teknis maupun anggaran, membuat proyek ini terhenti dan menjadi simbol dari ketidakpastian dalam pengelolaan infrastruktur publik.
Sutiyoso mengakui bahwa realisasi proyek ini tidak mudah, banyak rintangan yang harus dihadapi. Substansi dari tantangan ini seringkali berkaitan dengan koordinasi antarpihak yang terlibat dan juga perencanaan yang matang untuk memastikan konsep transportasi berjalan efektif.
Walau proyek ini terhenti, harapan masyarakat untuk memiliki sistem transportasi yang lebih baik tidak pudar. Pembongkaran tiang monorel ini seharusnya menjadi momentum baru bagi pemerintah untuk melanjutkan dan memperbaiki rencana transportasi yang sudah ada.
Reformasi Transportasi: Melangkah ke Depan dengan Inovasi
Dalam era modern, inovasi dalam transportasi publik menjadi kunci untuk mengatasi berbagai permasalahan perkotaan. Pemerintah harus mengambil langkah konkret untuk tidak hanya menghentikan proyek mangkrak tetapi juga merancang kembali sistem transportasi yang lebih cerdas dan ramah lingkungan.
Investasi dalam teknologi baru dan pendekatan yang berbasis data adalah hal yang perlu diperhatikan. Hal ini tidak hanya membantu dalam perencanaan, tetapi juga memungkinkan evaluasi berkelanjutan terhadap sistem transportasi yang sedang berjalan.
Melalui pendekatan ini, Jakarta diharapkan dapat terhindar dari kemacetan yang selama ini menjadi momok. Inovasi harus menjadi bagian integral dari pengembangan infrastruktur agar tidak terjebak dalam lingkaran masalah yang sama di masa depan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








